Bersetuju Pakai Wiper Frameless, Baca Zaman Untung Ruginya

VIVA   – Hujan mulai sering mengguyur wilayah Ibu Tanah air, membuat para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas. Pokok, campuran air dan kotoran bisa membuat permukaan aspal menjadi benar licin.

Selain melestarikan kecepatan, kendaraan juga perlu diperiksa kondisinya apakah siap menghadapi hujan atau tidak. Mulai dari sari pada ban, sistem pengereman hingga kebersihan kaca.

Terpaut kaca mobil, hal paling pati yang perlu dicek adalah pembatalan kaca atau  wiper . Peranti ini berfungsi membuat prinsip pengemudi ke jalan jadi lebih jernih, saat hujan turun secara derasnya.

Komponen utama  wiper   adalah karet panjang, dengan dimensinya berbeda-beda tergantung tipe dan model mobil. Jenisnya ada dua, yakni standar dan  frameless .

Pabrikan biasanya menyematkan wiper   standar yang masih memakai tangkai besi ( blade ) sebagai rangkanya. Tengah, model tanpa rangka atau frameless disematkan pada mobil-mobil mewah.

Dilansir VIVA Otomotif  dari Astraworld,   Sabtu 7 November 2020, ketika model frameless  sudah tidak luwes lagi atau karetnya mengeras, oleh sebab itu daya sekanya berkurang dan cenderung bergetar.

Sementara itu, model standar tidak akan bergetar dan daya sapu airnya tetap normal, meski longgar sudah tidak lentur lagi.   Tapi, jika karetnya sudah menipis atau sobek, berpotensi muncul gesekan antara besi dan kaca.

Product Improvement Department Head  PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriyadi mengatakan, kemampuan menyeka tirta dan daya tahan menjadi keunggulan wiper model rangka.

“ Wiper yang ada rangka besinya lebih stabil saat menyeka air kala hujan deras. Tapi kalau sedia modern, bisa pakai frameless yang era ini sudah banyak di pasaran, ” tuturnya beberapa waktu berarakan.

Baca pula:   Bikin Kaget, Lagi Nyetir Tiba-tiba Pindah ke Belakang dan Tidur