Instrumen Gak Dipakai Pas PSBB Bak Bensinnya Harus Penuh, Kenapa?

VIVA   –  Melonjaknya angka pasien positif Virus Corona tipe baru (COVID-19), serta terbatasnya fasilitas kesehatan yang ada, membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, berencana untuk menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah yang dipimpinnya.

Rencananya, PSBB total akan diterapkan kembali mulai 14 September 2020. Jika ini diberlakukan, ruang denyut masyarakat untuk beraktivitas di asing rumah akan dibatasi.

Jika masyarakat tetap ada di rumah untuk menjalankan berbagai acara pekerjaannya, berarti kendaraan bermotor yang biasa menemani rutinitas pun kembali harus diparkirkan dalam waktu tertentu.

Biar mobil dan sepeda motor tidak dipergunakan selama PSBB total, prawacana Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Pertamina, Eko Kristiawan, disarankan untuk pemiliknya mengisi penuh tangki bahan bakar kendaraannya.

Baca juga: Honda Lagi Sibuk Nyiapin Vario Hangat, Pakai Mesinnya Lebih Kencang

“Ini mungkin tips, perdana mesin kendaraan tetap dipanaskan secara berkala, agar kondisi aki dan baterai terjaga. Kemudian periksa oli mesin dan bahan bakar minyak (BBM). Meski tidak digunakan, minyak bumi harus diisi full , ” ujarnya dalam kesibukan diskusi virtual bersama Forum Kuli Otomotif  (Forwot), Jumat 11 September 2020.

Dengan terisi penuhnya BBM pada tangki bensin, kata Eko, oleh sebab itu bisa meminimalkan risiko terjadinya pengembunan di area tangki BBM organ. Sehingga, kualitas bahan bakarnya bisa tetap terjaga dan sesuai secara kebutuhan kendaraannya.

“Kalau bensin full , tangkinya aman dari pengembunan. Pengembunan di area itu akan menciptakan kualitas bahan bakar yang tak sesuai, ” paparnya.