Jalan Aman untuk Pesepeda dan Pengendara Kendaraan Bermotor di Jalanan

VIVA   – Ketika berada di jalan sundal, ada baiknya pesepeda dan pengendara kendaraan bermotor saling menghargai, mengikuti mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Hal ini perlu dikerjakan, untuk menciptakan keamanan dan keselamatan bersama.

Pembalap yang juga pakar safety driving, Rifat Sungkar mengatakan, selama infrastruktur ulama di Indonesia belum sepenuhnya menolong jumlah pesepeda yang sedang meningkat, maka sebagai pengguna jalan kudu rela saling berbagi jalan.

Brand Ambassador dari tanda otomotif Mitsubishi Motors mencontohkan, di Australia ada kampanye tentang berbagi dengan pesepeda di jalan sundal, yakni “A Metter Matters” . Artinya antara organ yang menggunakan mesin  dengan yang tidak memakai, harus menjaga langkah keseimbangan sejauh satu meter.

“Hal ini untuk mengantisipasi ketika tiba- muncul mobil berhenti, atau tiba-tiba tersedia mobil yang membuka pintu. Maka sebelah- sebelahan itu harus kepala meter jaraknya. Bukan depan-depanan sungguh, ” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat 14 Agustus 2020.

Baca juga: Angkut Sepeda di Dalam Kabin Mobil, Begini Triknya Biar Aman
 
Meski demikian, dia tak menampik jika hal itu tebakan sulit untuk diterapkan di Nusantara, mengingat kondisi jalan tidak penuh yang lebar. Jadi, solusi terbaiknya, sama-sama saling mengerti.

Pesepeda sebaiknya tidak bergerombol sampai menghabiskan lebar jalan. Begitu pula pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil, disarankan olehnya untuk langgeng menjaga kecepatan ketika bertemu secara rombongan sepeda.

“Kalau di Indonesia kudu hati-hati, karena antara infrastrukturdan total pesepeda itu tidak seimbang. Kita tidak bisa juga membatasi jumlah satu sama lainnya. Jadi harus ada saling pengertian sesama pemakai jalan, ” tuturnya.

Diketahui saat ini kegiatan bersepeda didukung dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lin dan Angkutan Jalan. Pada bab 62 ayat 1 tertulis, “Pemerintah harus memberikan kemudahan mati lintas bagi Pesepeda. ”

Lalu, pada urusan 62 ayat 2 disebutkan, “Pesepeda berhak atas fasilitas pembantu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas. ”