Karburator Banjir Bikin Motor Cepat Hancur? Ini Faktanya

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

VIVA   – Meski saat ini jenis motor yang ditawarkan di diler sudah semakin beragam, namun masih ada beberapa orang yang setia mengendarai buatan lama.

Alasannya ada beragam, seperti masih bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari atau tidak gandrung dengan teknologi baru.

Berbeda dengan model baru, roda motor yang dibuat lebih sejak 10 tahun lalu masih memakai sistem pengabutan karburator. Peranti tersebut jadi andalan, karena tidak menggunakan sensor elektronik serta mudah untuk diperbaiki juga rusak.

Meski demikian, tersedia alasan kuat mengapa pabrikan beringsut ke sistem injeksi. Salah satu kelemahan pada karburator adalah ketika ada komponen yang mulai rusak, maka bensin bisa membanjiri bagian dalam dan mengucur ke asing.

Ada yang beranggapan, bahwa jika karburator sering banjir maka lama kelamaan akan menyusun mesin jadi rusak. Benarkah serupa itu?

Dilansir  VIVA Otomotif  dari laman  Astramotor , Sabtu 12 Desember 2020, anggapan tersebut ternyata cuma mitos semata.   Namun, minyak bumi yang terus mengucur akan membuat pemilik jadi rugi, karena pelajaran bakar tersebut terbuang sia-sia.

Ada kira-kira penyebab karburator banjir, seperti usia pakai karburator yang terlalu periode dan tidak dipernah mendapat pembelaan.

Tanda yang mampu menunjukkan bahwa karburator banjir ada beberapa, yakni:

satu. Mesin susah dihidupkan
2. Jika mesin sudah panas, bisa mati dengan sendirinya
3. Muncul bau bensin
4. Pemakaian bahan bakar jadi bertambah boros
5. Ada tetes bensin di bagian mesin atau lantai

Cara mengatasi karburator banjir sangat sederhana, yakni dengan membawa motor ke bengkel. Biasanya, komponen yang mengalami keburukan adalah bagian pelampung, karet perintang dan baut di saluran penyingkiran bensin.