Mobil Listrik Mahal karena Izinnya Ribet? Ini Kata Polisi

VIVA   –  Instrumen listrik mulai banyak berseliweran pada Indonesia. Wujudnya bermacam-macam, ada mobil, sepeda motor dan juga bus.

Namun, untuk menebusnya pembeli harus mengeluarkan uang dengan tidak sedikit. Mobil listrik memutar murah saat ini ditawarkan dalam Indonesia dengan harga Rp450 jutaan.

Ada anggapan kalau harga mahal tersebut dikarenakan kaum hal. Mulai dari pajak impor yang tinggi, hingga proses pengurusan surat-surat kendaraan yang berbelit. Benarkah demikian?

Kepala Seksi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Martinus mengatakan, proses pengurusan Tulisan Tanda Nomor Kendaraan dan Wacana Pemilik Kendaraan Bermotor untuk mobil listrik tidak berbeda dengan mobil biasa.

Hal itu mengacu pada pasal 64 ayat 1 Undang-Undang nomor 22 tarikh 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di mana disebutkan bahwa setiap kendaraan bermotor tetap diregistrasikan.

Mengucapkan Juga:   Mobil Pamungkas Suzuki Segera Meluncur di Nusantara

“Pada Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2012, dalam Pasal 12 bagian 1 dijelaskan bahwa motor aktivis sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf b meliputi motor menjilat, motor listrik, serta kombinasi motor bakar dan motor listrik, ” ujarnya kepada saat berbincang, Kamis 1 Oktober 2020.

Lebih jauh Martinus menjelaskan, penerbitan BPKB kendaraaan bermotor baru secara penggerak listrik tetap mengacu di dalam ketentuan dalam Peraturan Kapolri nomor 5 tahun 2012.

Syaratnya untuk kendaraan bermotor impor utuh yakni:
1. Memasukkan formulir permohonan;
2. Mengikutkan tanda bukti identitas;
3. Faktur untuk BPKB;
4. Dokumen pemberitahuan pabean dalam rancangan impor barang;
5. Surat keterangan pengimporan kendaraan yang disahkan pejabat Bea dan Cukai;
6. Sertifikat Uji Tipe dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe;
7. Sertifikat VIN dan/atau Sertifikat NIK dari Agen Pemegang Merek;
8. Hasil pemeriksaan cek fisik.

Sementara buat kendaraan bermotor rakitan, syaratnya:
1. Mengisi formulir permohonan;
2. Melampirkan tanda bukti jati;
3. Faktur untuk BPKB;
4. Sertifikat Uji Macam dan Sertifikat Registrasi Uji Jenis;
5. Sertifikat NIK dibanding Agen Pemegang Merek;
enam. Hasil pemeriksaan cek fisik.