Penjualan LCGC Selama Pandemi COVID-19, Ideal Ini yang Paling Laku

VIVA   –  Sekitar tahun 2013 lalu, agen pemegang merek otomotif yang ada di Tanah Tirta mulai menawarkan produk Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi & Harga Terjangkau (KBH2). Bagi kelompok awam, mobil-mobil di segmen itu dikenal sebagai low cost green car.

Produk LCGC yang ditawarkan oleh pabrikan mobil, harus mengikuti regulasi yang berlaku, mulai sejak kapasitas mesin yang tak diatas 1. 200cc untuk yang berbahan bakar bensin, serta konsumsi benih bakar harus mencapai 1: 20. Selain itu, kendaraan roda empat ini harus diproduksi serta memakai komponen lokal.

Masa pertama diluncurkan, banderol mobil LCGC pun dibatasi, tak bisa lebih dari Rp150 juta. Tak ganjil jika jajaran produk di segmen ini kerap dijuluki sebagai ‘mobil murah’. Dengan label harga tersebut,   APM berhasil menjaring konsumen pertama serta  menggoda masyarakat yang ingin punya mobil hingga zaman ini.

Ya, mobil LCGC hingga saat ini masih bertahan di pasar otomotif nasional. Ada beberapa merek Jepang yang ikut menawarkan produk pada segmen ini, yakni Suzuki, Honda, Toyota, dan Daihatsu. Sebelumnya tersedia pula Datsun, namun di kausa tahun ini merek di kolong naungan Nissan Motor itu meniadakan produksinya di Indonesia.

Baca juga: Resmi, Gaikindo Tiadakan Pameran Otomotif GIIAS 2020

Jika menilisik data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di segmen LCGC berada di kisaran 18 sampai 19 ribu unit setiap bulannya. Meski demikian, pandemi COVID-19 yang terjadi membuat pemasarannya menjadi terseok-seok.

Keterangan memperlihatkan, trimester pertama 2020 penngiriman unit baru dari pabrik ke diler-diler resmi (wholesales ) mencapai mencapai 51. 685 unit. Jika dirata-rata bagi bulan, penjualannya bisa mencapai nilai 17 ribuan unit.

Namun, angkanya roboh tajam di April 2020, yakni hanya 1. 432 unit, dan di bulan ke-5 tahun ini hanya laku 154 unit. Pada Juni 2020, penjualannya berangsur terangkat dengan pencapaian 1. 455 unit, dan di Juli 2020 menyentuh 2. 745 unit.

Selama tujuh bulan di tahun ini, produk LCGC lansiran merek Honda diketahui menempati posisi teratas penjualan. Data yang sama memperlihatkan Brio Satya mencatat penjualan sebanyak 14. 930 unit. Di bawahnya, Daihatsu Sigra dengan penjualan sebesar 1. 486 unit.

Posisi tiga penjualan LCGC nasional selama Januari sampai Juli 2020, ditempati Toyota Calya dengan capaian sebanyak 13. 101 unit. Daihatsu Ayla selama tujuh bulan diketahui laku 7. 561 unit, lalu Toyota Agya 6. 333 bagian, serta di posisi bawah tersedia Suzuki Karimun Wagon R yang laku 796 unit.